
Pasar fisik tembaga mengalami keketatan pasokan yang parah dengan harga spot naik 4,3% menjadi $6,73/lb, sementara saham tambang tembaga turun 2,6%, menunjukkan ketidaksesuaian antara harga logam dan saham produsen. Gangguan pasokan meliputi kerusakan boiler di PT Smelting Gresik Indonesia, pemotongan produksi Antofagasta akibat badai, dan Codelco membatalkan target produksi 1,34 juta ton. Meskipun pasokan terganggu, permintaan China melemah dengan impor turun 11,5% secara tahunan dan pertumbuhan industri melambat. RBC memperkirakan harga tembaga rata-rata $5,83/lb pada 2026 dan $6,00/lb pada 2027-2029, namun saham tambang memperhitungkan harga tembaga jauh lebih rendah dari harga spot saat ini.