
Pembicaraan antara AS dan Iran menghasilkan kerangka kesepakatan yang meredakan ketegangan di Timur Tengah, menyebabkan harga minyak turun sekitar 30% sejak puncak April. Faktor utama termasuk potensi pelonggaran sanksi terhadap Iran, peningkatan produksi minyak oleh negara Teluk, dan pengiriman yang meningkat melalui Selat Hormuz. Meski optimisme meningkat dengan harga bensin yang segera turun, risiko tetap ada jika kesepakatan gagal atau konflik berlanjut. Analis dari Goldman Sachs dan Citigroup menyoroti pasokan yang meningkat dan permintaan yang menurun, terutama dari China, sebagai alasan penurunan harga, namun ketidakpastian geopolitik masih bisa mempengaruhi pasar.