
Ford beralih dari rencana mobil listrik mahal ke Ford Energy yang memproduksi baterai lithium-ion untuk penyimpanan energi besar, bekerja sama dengan CATL dari China. Langkah ini menaikkan saham Ford lebih dari 20% baru-baru ini. Namun, dalam lima tahun terakhir, saham Ford turun 6%, jauh di bawah kenaikan 71% S&P 500, menunjukkan skeptisisme investor terhadap masa depan Ford. Meski Ford Energy menjanjikan, Ford tetap produsen mobil konvensional yang mengandalkan truk bertenaga bensin di pasar domestik dengan penjualan internasional yang terbatas, membatasi optimisme jangka panjang investor.