
Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 April 2026 diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 3,50-3,75%. Inflasi yang tinggi dan kenaikan harga energi, terutama akibat ketegangan di Selat Hormuz, mendukung penghentian kenaikan suku bunga. The Fed mengakui pengaruhnya terbatas terhadap risiko geopolitik yang memengaruhi pasar. Indeks saham telah kembali ke level tertinggi, dan investor yang berhati-hati dapat mempertimbangkan obligasi dengan suku bunga mengambang untuk hasil yang lebih baik. Saham konsumen seperti Procter & Gamble dan Johnson & Johnson menjadi favorit, sementara sektor pertahanan dan dirgantara tetap dipantau seiring dinamika konflik yang berkembang.