
Pasar negara berkembang turun tajam akibat perang di Iran yang mengganggu pasokan minyak dan rantai pasok, memicu risiko inflasi dan perlambatan pertumbuhan. Negara Asia yang mengimpor minyak seperti Korea Selatan dan India terdampak paling parah, sementara eksportir energi seperti Arab Saudi lebih bertahan. Meski terjadi penurunan, investor institusional tetap optimistis dan melihat peluang beli saham undervalued di Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Amerika Latin. Konflik ini juga memengaruhi pariwisata global dan investasi infrastruktur energi, tapi prospek pertumbuhan pasar berkembang diperkirakan berlanjut setelah volatilitas mereda.