
Pada 2026, meski terjadi gangguan pasokan besar akibat ketegangan geopolitik seperti blokade Hormuz, perusahaan minyak dan gas mencatat keuntungan kuat dan peningkatan peringkat di Forbes Global 2000. Harga minyak sempat mencapai $111 per barel lalu turun di bawah $80, namun permintaan tetap tinggi karena persediaan dan cadangan strategis yang menipis. Perusahaan seperti BP, Valero Energy, Repsol, dan Cenovus Energy melaporkan kenaikan laba signifikan, sementara produsen gas alam seperti Venture Global dan EQT juga mendapat manfaat dari permintaan yang meningkat akibat teknologi baru dan reshoring. Beberapa perusahaan seperti Occidental Petroleum dan Diamondback Energy menghadapi tantangan, namun sektor energi secara keseluruhan siap tumbuh terus di tengah keterbatasan pasokan dan upaya pemulihan.