
Jumia Technologies berhasil mengamankan investasi sebesar $50 juta yang dipimpin oleh International Finance Corporation (IFC), memperkuat posisi keuangan dan peran strategisnya dalam perdagangan digital Afrika. Meski sahamnya sempat bergejolak dan proyeksi pertumbuhan volume barang dagangan (GMV) diturunkan, Jumia tetap mendapat rekomendasi beli kuat berkat permintaan yang stabil dan perbaikan operasional. Perusahaan menargetkan titik impas EBITDA disesuaikan pada kuartal keempat 2026 dan profitabilitas penuh pada 2027, didukung oleh pengendalian biaya, peningkatan margin, efisiensi berbasis AI, diversifikasi pasokan, dan pemasaran terfokus. Upaya ini memperkuat posisi kompetitif Jumia meski menghadapi tantangan rantai pasok dan kondisi makroekonomi.