
Jack Mallers, CEO Strike dan Twenty One Capital, berpendapat bahwa penurunan harga Bitcoin baru-baru ini disebabkan oleh krisis likuiditas global di sistem keuangan tradisional, bukan masalah khusus kripto. Ia menyebut Bitcoin sebagai "alarm asap" yang menandakan tekanan pada sistem mata uang fiat, di mana pengetatan bank sentral menguras likuiditas dan memaksa likuidasi aset paling likuid terlebih dahulu—Bitcoin adalah contoh utama. Mallers menyoroti sekitar 50% pemegang Bitcoin sedang merugi, menandai peluang beli potensial. Ia menyarankan investor memantau indikator likuiditas global seperti neraca bank sentral dan imbal hasil obligasi, menunjukkan faktor makro ini lebih memengaruhi Bitcoin dibanding metrik kripto biasa atau siklus halving.