
Layanan streaming asal Tiongkok, iQIYI, melaporkan hasil mengecewakan pada kuartal pertama 2026 dengan pendapatan turun 13% secara tahunan menjadi $915,2 juta dan pendapatan dari layanan anggota turun 5%. Perusahaan gagal memenuhi ekspektasi pendapatan di tengah tantangan bisnis yang berlanjut. Untuk mengatasi hal ini, iQIYI berencana meluncurkan lebih dari 100 drama pendek baru dalam setahun ke depan, dengan tujuan meningkatkan jumlah pelanggan dan pertumbuhan pendapatan. Meski menghadapi kemunduran, perusahaan tetap optimistis berkat posisi kuatnya di pasar drama pendek Asia dan strategi konten yang terus bergeser.