
Pembangkitan listrik berbasis batu bara di India meningkat pada April akibat gelombang panas nasional dan harga gas alam cair (LNG) yang tinggi, membuat pembangkit gas kurang kompetitif. Meskipun lebih dari setengah kapasitas pembangkit listrik India berasal dari sumber terbarukan, batu bara tetap menjadi sumber energi utama dengan kontribusi lebih dari 70% dari total listrik. Gelombang panas meningkatkan permintaan listrik, sehingga penggunaan batu bara naik, sementara gangguan pasokan petroleum coke juga membuat industri seperti semen lebih mengandalkan batu bara. India menargetkan pengurangan intensitas emisi sebesar 47% pada 2035 dan net-zero pada 2070, namun permintaan batu bara diperkirakan akan tumbuh jika gelombang panas berlanjut atau El Niño terjadi.