
Raja Rajamannar, mantan kepala pemasaran Mastercard, memangkas anggaran iklan perusahaan sebesar 70% dan mengalihkan dana ke pengalaman konsumen serta sponsorship yang memberikan hasil lebih baik. Ia berpendapat iklan tradisional tidak efektif karena konsumen menghindari iklan dan mengalami kelebihan informasi, sementara AI memperbanyak konten di pasar. Nilai merek Mastercard justru meningkat signifikan meski anggaran iklan dipangkas, membuktikan kreativitas dan koneksi manusia yang didukung teknologi kini kunci pemasaran efektif. Perubahan ini menandai tren di mana pemasar harus berinovasi melewati iklan tradisional untuk menarik konsumen.