
Harley-Davidson menghadapi tantangan seperti kehilangan pangsa pasar, basis pelanggan yang menua, dan dampak tarif, namun sahamnya masih sangat undervalued dan banyak dipersingkat. Penjual pendek yang menguasai 14% saham beredar menyebabkan tekanan teknis, bukan karena fundamental. Perusahaan membuka dana tunai sebesar $1 miliar lewat kemitraan dengan KKR dan PIMCO serta agresif membeli kembali saham. Laporan keuangan Q1 dan rencana strategis yang akan datang bisa memicu kenaikan harga saham atau short squeeze, dengan risiko turun terbatas oleh aset kas bersih.