
Harley-Davidson mendapat kritik dari aktivis konservatif Robby Starbuck karena mengangkat Artie Starrs sebagai CEO, yang sebelumnya mendukung inisiatif keberagaman dan antirasisme. Starbuck menilai pengangkatan ini bertentangan dengan pengurangan program DEI perusahaan dan berisiko menjauhkan pelanggan tradisionalnya. Harley-Davidson membela Starrs dengan menekankan fokusnya pada peningkatan merek dan dukungan terhadap tenaga kerja. Kontroversi ini mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung di dunia korporasi terkait upaya keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.