
Harga minyak melonjak setelah AS membatalkan lisensi penjualan minyak mentah Iran dan melancarkan serangan militer sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz. Ketegangan ini mengancam kesepakatan damai sementara antara Washington dan Tehran serta meningkatkan risiko geopolitik yang memengaruhi pasar minyak. Meski terjadi lonjakan, harga tetap mendekati level sebelum konflik karena rencana OPEC+ menaikkan produksi minyak dan produksi rekor UAE setelah keluar dari OPEC+. Arab Saudi juga menurunkan harga untuk tetap kompetitif, menandakan keseimbangan kompleks antara pasokan dan ketegangan geopolitik ke depan.