
Grab menunjukkan pertumbuhan pemesanan kotor yang kuat dan ketahanan di tengah tantangan makroekonomi, meski sahamnya turun sekitar 30% dalam setahun terakhir. Perusahaan diuntungkan oleh pertumbuhan ekonomi cepat di Asia Tenggara dan pendapatan yang beragam dari layanan mobilitas, pengantaran, dan keuangan. Buyback saham senilai $500 juta dan target CAGR pendapatan lebih dari 20% hingga 2028 menegaskan keyakinan pada profitabilitas jangka panjang dan potensi kenaikan valuasi. Ini menjadi peluang beli menarik karena harga saham belum mencerminkan fundamental kuat dan hasil kuartal pertama yang positif.