
Grab Holdings dinilai Buy karena pertumbuhan EBITDA yang kuat, neraca keuangan yang solid, dan katalis menjanjikan di sektor layanan keuangan dan pengantaran. Perusahaan diperdagangkan dengan forward EV/EBITDA 13,2 kali dengan proyeksi pertumbuhan EBITDA 42% pada 2026 dan target EBITDA $1,5 miliar pada 2028, belum termasuk akuisisi mendatang. Faktor pendorong utama adalah GrabFin yang diperkirakan mencapai titik impas pada paruh kedua 2026, pertumbuhan cepat GrabMart, serta kontribusi dari akuisisi di Taiwan dan Stash. Risiko meliputi perubahan regulasi di Indonesia, insentif pengantaran yang kompetitif, dan fluktuasi harga energi, namun posisi kas bersih $5,4 miliar memberikan perlindungan terhadap penurunan.