
GoPro melaporkan penurunan pendapatan sebesar 26% di kuartal pertama dengan margin kotor yang lemah sebesar 4,3%, menghadapi tantangan keuangan yang signifikan. Meski ada upaya pengurangan biaya, perusahaan masih mengalami EBITDA yang negatif dan pembakaran kas yang berkelanjutan. Dewan direksi dan CEO kini mempertimbangkan alternatif strategis, termasuk kemungkinan penjualan, untuk menjaga nilai merek di tengah bisnis yang menyusut. Namun, ketidakpastian tetap ada mengenai pemulihan atau prospek akuisisi, sehingga beberapa investor memilih untuk berhati-hati.