
General Motors mem-PHK sekitar 600 karyawan TI, lebih dari 10% departemen TI-nya, untuk menggantikan dengan pekerja yang ahli dalam pengembangan AI, rekayasa data, dan teknologi cloud. Langkah strategis ini bertujuan mengubah organisasi TI GM agar lebih selaras dengan prioritas masa depan, khususnya di bidang AI dan teknologi kendaraan otonom. Perusahaan terus merekrut talenta baru dengan keahlian dalam alur kerja AI asli dan rekayasa model, menandakan perubahan besar dalam permintaan tenaga kerja terkait adopsi AI di perusahaan. Restrukturisasi ini mencerminkan fokus GM untuk mengintegrasikan AI secara mendalam ke dalam operasionalnya, bukan hanya sebagai alat produktivitas.