
CEO GM Mary Barra menyatakan meski biaya naik akibat perang Iran, termasuk energi dan logistik, permintaan mobil harga tinggi tetap kuat dengan harga transaksi rata-rata $52 ribu di Q1, setara tahun lalu. GM melaporkan penurunan penjualan 9,7% di Q1 dan mengelola persediaan yang lebih ketat, khususnya untuk pickup ukuran penuh karena retooling. Perusahaan mengimbangi kenaikan biaya lewat efisiensi dan pengurangan pengeluaran, sambil memantau perubahan preferensi konsumen ke mobil lebih murah atau listrik. GM juga mencatat rantai pasok tetap kuat dan tidak ada kekhawatiran kekurangan bahan baku terkait konflik.