
General Motors mengharapkan pengembalian dana sebesar $500 juta dari pemerintah AS setelah Mahkamah Agung membatalkan beberapa tarif yang diberlakukan oleh Presiden Trump. Pengembalian ini membantu GM melaporkan laba $2,6 miliar pada kuartal pertama, meski turun 6% dari tahun lalu dan penjualan kendaraan menurun. Perusahaan masih menghadapi tarif pada baja, aluminium, dan suku cadang mobil, namun menurunkan perkiraan bea impor untuk 2026. GM juga mengurangi produksi kendaraan listrik dengan biaya $1 miliar, sambil memantau risiko geopolitik seperti konflik Iran yang bisa memengaruhi biaya dan penjualan.