
FMC Corporation dan Corteva, Inc. menjalin kesepakatan strategis untuk memperluas akses teknologi herbisida rimisoxafen milik FMC bagi petani jagung dan kedelai di Amerika Utara dan Selatan. Herbisida dengan dua mode aksi ini efektif mengatasi gulma tahan seperti spesies Amaranthus yang menjadi tantangan utama petani. FMC tetap memegang hak kepemilikan dan akan memasok bahan aktif, sementara kedua perusahaan mengembangkan formulasi eksklusif masing-masing. Corteva membayar muka sebesar 200 juta dolar AS, dan penjualan komersial diperkirakan mulai akhir dekade setelah mendapat persetujuan regulasi. Kolaborasi ini bertujuan menyediakan solusi pengendalian gulma yang tahan lama serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas petani di Amerika.