
ExxonMobil dan Chevron melaporkan laba kuartal pertama 2026 di tengah pasar minyak yang bergejolak, dengan harga WTI berfluktuasi dari $65 hingga lebih dari $114. Pertumbuhan ExxonMobil didorong oleh aset utama di Guyana, Permian, dan LNG, mencapai laba $8,77 miliar meski ada beberapa kerugian. Chevron mencatat produksi rekor tetapi pendapatan meleset dan arus kas negatif, sebagian karena biaya akuisisi Hess. Exxon fokus memperluas bisnis kimia dan LNG, sementara Chevron mendiversifikasi secara global dan berinvestasi di energi baru. Tantangan berikutnya adalah menjaga harga minyak di atas $90 untuk mendukung arus kas dan rencana pertumbuhan. Exxon lebih disukai untuk pertumbuhan berkualitas, Chevron untuk hasil dividen.