
Saham ExxonMobil turun 7,5% setelah konflik di Timur Tengah mengganggu produksi di Qatar dan UAE, menurunkan output minyak global sekitar 6% pada Q1 2026. Kerusakan fasilitas LNG dan gangguan pasokan diperkirakan mengurangi kapasitas penyulingan dan menekan laba hingga $4,9 miliar akibat efek waktu serta $600-$800 juta dari masalah pengiriman fisik. Meski menghadapi tantangan ini, ExxonMobil memperkirakan laba per saham Q1 akan lebih tinggi dari Q4 2025 jika efek waktu dikecualikan. Perusahaan masih menunggu penilaian penuh untuk menentukan jadwal perbaikan aset yang rusak.