
Exxon Mobil diperkirakan mengalami kenaikan laba dan arus kas bebas kuartal pertama yang signifikan akibat kenaikan harga minyak yang dipicu konflik Timur Tengah. Fokus perusahaan pada aset hulu dengan pertumbuhan tinggi seperti Permian dan Guyana mendukung prospek positif dan perubahan komposisi produksi. Dengan harga minyak sekitar 100 dolar per barel, Exxon bisa meraih tambahan laba sekitar 4,5 miliar dolar di Q1, menambah sekitar 1,08 dolar per saham jika harga stabil. Posisi ini menguntungkan Exxon dalam lingkungan harga minyak yang tinggi dan bertahan lama.