
Exxon Mobil melaporkan laba kuartal pertama 2026 yang melampaui ekspektasi, didorong oleh peningkatan produksi 17% dari operasi Permian dan output rekor di Guyana. Perusahaan menyoroti risiko geopolitik seperti potensi penutupan Selat Hormuz yang dapat memperketat pasokan minyak global dan mendukung harga tinggi. Exxon Mobil juga melakukan pembelian kembali saham senilai $4,9 miliar dan berencana mengalokasikan belanja modal $27–29 miliar pada 2026, terutama untuk ekspansi produksi di Permian. Faktor-faktor ini memposisikan Exxon Mobil untuk pertumbuhan arus kas yang kuat meski ketidakpastian di Timur Tengah berlanjut.