
Saham utilitas menarik perhatian investor karena permintaan listrik yang meningkat akibat ekspansi infrastruktur AI, yang meningkatkan konsumsi listrik dan kebutuhan upgrade infrastruktur. Dulu dianggap investasi defensif yang stabil, kini utilitas menghadapi risiko dan biaya lebih besar akibat bencana alam, modernisasi jaringan, dekarbonisasi, dan pengeluaran modal besar terkait AI. Analisis dana XLU dibandingkan S&P 500 menunjukkan utilitas kurang unggul dalam jangka panjang tapi memberikan perlindungan saat resesi seperti 2008 dan 2022. Namun, tantangan baru di sektor ini membuat investor perlu hati-hati menilai kembali peran defensif utilitas ke depan.