
Perang Iran mendorong kenaikan harga energi, terutama minyak, yang memengaruhi inflasi dan mengancam pertumbuhan ekonomi AS. Para ekonom memperkirakan dampak PDB hanya moderat jika gencatan senjata saat ini bertahan, tapi konflik yang berlanjut dapat memperparah ketidakpastian dan memperlambat pertumbuhan. Harga minyak mendekati US$125 per barel bisa memicu kerusakan ekonomi lebih serius, meski harga saat ini masih di bawah angka tersebut. Inflasi tetap tinggi tapi beragam, dengan inflasi inti sedikit menurun. Respons Federal Reserve dan gangguan rantai pasok global menambah kompleksitas prospek, dengan pertumbuhan melambat dan kemungkinan pemotongan suku bunga di akhir tahun jika inflasi dan pengangguran memburuk.