
Laporan CPI Mei menunjukkan inflasi mencapai 4,2%, tertinggi dalam tiga tahun, yang menjadi risiko bagi investor. Meski inflasi tinggi, laba perusahaan besar tetap kuat sehingga pasar saham, terutama S&P 500, masih menarik untuk diikuti. ETF seperti SPLV (volatilitas rendah), BALT (perlindungan risiko terbatas), dan CPSL (perlindungan bertingkat) menawarkan strategi untuk mengimbangi potensi keuntungan dengan pengelolaan risiko. ETF ini membantu investor menghadapi tekanan inflasi dengan perlindungan penurunan nilai sekaligus tetap terpapar saham besar.