
Coca-Cola diturunkan dari rekomendasi 'Buy' menjadi 'Hold' karena potensi kenaikan yang terbatas meski outperform S&P 500. Perusahaan menghadapi tantangan makroekonomi akibat inflasi yang dipicu perang, namun estimasi pendapatan dan laba hanya sedikit direvisi turun. Target harga baru ditetapkan $78,90 dengan potensi kenaikan sekitar 4%. Arus kas bebas Coca-Cola diperkirakan akan pulih kuat seiring normalisasi biaya tidak berulang, dan dividen stabil sekitar 3% tetap menarik. Namun, perusahaan lebih memprioritaskan pengurangan utang daripada pembelian kembali saham secara agresif dalam strategi alokasi modalnya.