
Citius Oncology mengumumkan studi fase 1 yang menggabungkan LYMPHIR (denileukin diftitox-cxdl) dengan pembrolizumab menunjukkan tingkat respons objektif 24% dan durasi respons rata-rata 21,1 bulan pada pasien kanker ginekologi yang kambuh atau resisten. Studi ini dipilih untuk dipresentasikan di ASCO 2026, menyoroti potensi LYMPHIR meningkatkan efektivitas penghambat checkpoint imun di luar penggunaan saat ini pada limfoma sel T kutan. Meskipun masih awal dan tidak dirancang untuk membuktikan efektivitas, hasil ini menunjukkan LYMPHIR dapat membantu mengatasi resistensi imunoterapi pada tumor yang sulit diobati, sehingga perlu penelitian lebih lanjut.