
Chevron Corporation siap memanfaatkan pasar minyak dan gas global yang ketat akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah, dengan harga Brent mencapai $144,42 per barel pada April 2026. Eksposur Chevron yang terbatas di Timur Tengah dan jejak produksi global memberikan potensi kenaikan dari harga minyak dan LNG yang tinggi. Selain itu, kesepakatan pembangkit listrik gas 2,5GW dengan Microsoft dan pengurangan biaya sebesar $3-4 miliar pada tahun fiskal 2026 mendukung arus kas dan margin jangka panjang. Meskipun demikian, saham Chevron dinilai wajar di harga $205 per saham dengan valuasi saat ini lebih tinggi dari rata-rata historis, sehingga mendapat rekomendasi Hold.