
Chevron Corporation diperkirakan akan mendapat keuntungan dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang mendorong naiknya harga minyak mentah. Kenaikan ini bisa meningkatkan laba Chevron sekitar $1,7 miliar pada kuartal pertama 2026, mendukung pembelian kembali saham dan potensi kenaikan valuasi sahamnya. Saat ini, saham Chevron diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba ke depan sebesar 18,7, dengan target wajar 20,0 jika harga minyak tetap di atas $100 per barel. Namun, risiko yang ada termasuk penyelesaian cepat konflik Iran atau masalah produksi di Guyana dan Cekungan Permian yang dapat menurunkan harga dan laba.