
CEO Shell Wael Sawan mengungkapkan konflik di Iran menyebabkan kekurangan pasokan minyak hampir 1 miliar barel, sekitar 12% dari produksi global. Gangguan ini terbesar dalam sejarah, dengan blokade Selat Hormuz membatasi ekspor secara signifikan. Pemulihan akan lambat, memerlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk membersihkan ranjau dan mengatur ulang kapal. Permintaan hanya turun sedikit, konsumsi bahan bakar jet turun sekitar 5%, namun kekurangan bahan bakar bisa terjadi di beberapa negara pada musim panas karena kesenjangan pasokan semakin dalam.