
CEO Novartis Vas Narasimhan memperingatkan bahwa kebijakan harga obat di AS di bawah Presiden Trump menciptakan situasi sulit bagi produsen obat dan pasien. Ia menekankan bahwa jika pemerintah Eropa dan Jepang tidak mengubah cara mereka menghargai inovasi, obat-obatan baru mungkin mengalami keterlambatan masuk pasar sehingga akses pasien terbatas. CEO tersebut menyoroti bahwa dampak kebijakan Most Favored Nation (MFN) akan terlihat dalam 18 bulan ke depan, menandakan implikasi jangka panjang yang signifikan bagi industri farmasi dan layanan kesehatan.