
CEO Dow, Jim Fitterling, menyatakan bahwa penyelesaian kemacetan logistik akibat penutupan Selat Hormuz bisa memakan waktu lebih dari 275 hari meski selat segera dibuka kembali. Penutupan ini, akibat perang Iran, menghentikan 20% kapasitas minyak global dan memengaruhi 50% produksi etilen dan polietilen, bahan utama plastik. Gangguan ini menyebabkan lonjakan harga bahan petrokimia seperti nafta, yang menguntungkan hasil keuangan Dow baru-baru ini. Pemulihan diperkirakan lambat dan kompleks, butuh beberapa kuartal untuk kembali normal.