
CEO Chevron Mike Wirth memperingatkan bahwa konflik di Selat Hormuz mendorong naiknya harga bahan bakar jet, menyebabkan tarif penerbangan naik dan ketersediaan penerbangan berkurang. Pasar bahan bakar jet di Eropa dan Asia semakin ketat, memaksa maskapai mengurangi rute dan menaikkan biaya. Harga bahan bakar jet di Amerika Utara melonjak lebih dari 80% secara tahunan, menekan keuntungan maskapai dan memaksa perubahan strategi pendapatan. Maskapai AS sedikit lebih terlindungi karena produksi bahan bakar jet domestik, namun biaya perjalanan global diperkirakan memburuk dalam beberapa minggu ke depan.