
Saham Carvana turun 7% ke $65,50 meski melaporkan kuartal II terbaik dengan pendapatan $7,4 miliar dan laba bersih $513 juta. Saham turun 17% sejak awal tahun, berbanding terbalik dengan kenaikan 51% CarMax, menimbulkan keraguan pada model bisnis online Carvana. CEO Ernie Garcia III menyebut pertumbuhan inventaris sebagai tantangan margin jangka pendek tapi tetap yakin pada strategi pertumbuhan perusahaan. Investor mengamati tren inventaris, laba per unit, dan potensi pengawasan regulasi, sementara kinerja kuat CarMax memberi tekanan pada posisi pasar unik Carvana.