
Saham BP, Shell, dan Centrica turun tajam setelah harga minyak jatuh lebih dari 16% menyusul berita gencatan senjata dua minggu dalam konflik AS-Iran. Gencatan senjata ini memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang dapat mengembalikan pasokan minyak 10-13 juta barel per hari ke pasar. Analis memperkirakan harga minyak akan tetap relatif tinggi karena risiko geopolitik yang berlanjut, meskipun terjadi reli sementara di saham energi. Pasar memperkirakan harga minyak tidak akan kembali ke level sebelum konflik dalam waktu dekat karena operasi di Teluk Persia akan normal secara bertahap.