
Pada 6 Juli 2026, penyerang menghabiskan sekitar $4 juta BONK untuk menguasai suara mayoritas di BonkDAO dan meloloskan proposal jahat yang mencuri $20 juta dari kasnya. Serangan ini menunjukkan kelemahan utama dalam sistem tata kelola berbasis token, di mana pemegang token terbanyak mengendalikan keputusan. BonkDAO tidak memiliki perlindungan seperti timelock atau kontrol multisig, sehingga penyerang bisa dengan cepat menguras dana. DAO kini bekerja sama dengan penegak hukum dan bursa untuk melacak dana yang dicuri, sementara harga BONK turun sekitar 10%. Insiden ini menegaskan risiko berkelanjutan dalam tata kelola terdesentralisasi tanpa perlindungan lebih kuat.