
Saham Block melonjak sekitar 6% setelah melaporkan laba kuartal keempat 2025 yang kuat dengan EPS disesuaikan melampaui perkiraan dan pertumbuhan laba kotor signifikan, terutama dari Cash App. Perusahaan mengumumkan pengurangan tenaga kerja lebih dari 40%, bertujuan menjadi lebih efisien melalui transformasi berbasis AI. Analis tetap optimis dengan mempertahankan rekomendasi beli dan menaikkan target harga, sementara investor menantikan hasil Q1 2026 untuk mengonfirmasi penghematan biaya dan momentum laba. Meski ada risiko seperti peningkatan kerugian pinjaman, valuasi Block terlihat wajar mengingat prospek pertumbuhannya.