
Harga tembaga naik tajam akibat permintaan yang meningkat dari infrastruktur listrik, kendaraan listrik, energi terbarukan, dan industri, sementara pasokan kesulitan memenuhi kebutuhan. Perusahaan tambang besar seperti BHP Australia dan Vale Brasil mendapat keuntungan, dengan tembaga kini menyumbang bagian besar dari keuntungan mereka. Meski cadangan melimpah, biaya tinggi dan tantangan geopolitik memperlambat pengembangan tambang baru, berisiko menyebabkan kekurangan pasokan pada 2050. Kedua perusahaan berinvestasi besar untuk memperluas produksi tembaga guna memenuhi permintaan masa depan, didukung aset infrastruktur dan logistik yang mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga komoditas.