
Goldman Sachs mempertahankan target harga tembaga $12.650 per metrik ton untuk 2026 dengan perkiraan surplus 490.000 ton. Namun, prediksi ini bergantung pada dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur penting ekspor belerang yang tertutup akibat konflik dengan Iran. Kekurangan asam sulfat, yang penting untuk ekstraksi tembaga, diperparah oleh larangan ekspor asam sulfat dari China mulai Mei 2026, mengancam produksi tembaga di Chili dan Republik Demokratik Kongo. BHP merespons dengan meningkatkan produksi tembaga dan memperluas eksplorasi di Afrika menggunakan teknik geologi canggih untuk menemukan deposit baru. Situasi ini berisiko mengganggu pasokan tembaga global jika gangguan berlanjut hingga pertengahan 2026.