
Banyak bank besar Eropa menaikkan provisi kerugian pinjaman pada kuartal pertama karena ketidakpastian akibat perang di Timur Tengah. Meskipun dampak langsung konflik terhadap bank-bank ini masih terbatas, mereka menyesuaikan cadangan terutama karena skenario makroekonomi dan bobot risiko yang diperbarui. Barclays dan HSBC mencatat kerugian pinjaman dari portofolio kredit swasta yang lebih besar dari yang terkait Timur Tengah, sehingga meningkatkan biaya risiko secara keseluruhan. Langkah ini menunjukkan kehati-hatian bank dalam menghadapi potensi dampak ekonomi dari konflik yang sedang berlangsung.