
Kohl's, yang dulu menjadi toko serba ada terkemuka, mengalami penurunan saham hampir 70% dalam lima tahun akibat kehilangan relevansi dan perubahan strategi yang menjauhkan pelanggan inti. CEO Michael Bender kini mengarahkan perusahaan kembali ke kekuatan asli—merek milik sendiri, harga bernilai, dan kupon—untuk mengembalikan loyalitas pelanggan dan menstabilkan penjualan. Meskipun ada tanda-tanda positif, termasuk kenaikan saham 130% dalam setahun terakhir dan pertumbuhan penjualan sebanding terbaik dalam empat tahun, Wall Street tetap berhati-hati terhadap pemulihan jangka panjang Kohl's di tengah persaingan ketat dan perubahan preferensi konsumen. Perusahaan juga menargetkan konsumen muda lewat kemitraan dengan Sephora untuk memastikan pertumbuhan di masa depan.