
AL Sydbank melaporkan pertumbuhan simpanan dan pinjaman yang solid dalam laporan kuartal pertama sebagai bank hasil merger, dengan total kredit naik menjadi DKK 387,3 miliar dan simpanan meningkat menjadi DKK 212,9 miliar. Meski terjadi ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar, bank mencatat laba DKK 803 juta dan pengembalian ekuitas tangible sebesar 11,8%. Integrasi merger berjalan lancar dengan konsolidasi cabang dan penunjukan manajemen. Bank tetap memiliki modal kuat setelah pembelian kembali saham senilai DKK 1.100 juta dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi moderat dengan perkiraan laba 2026 sebesar DKK 3.500-4.000 juta, meski ketidakpastian masih ada akibat faktor pasar dan makroekonomi.