
Konflik yang meningkat di Iran membuat Departemen Energi AS mengumumkan pinjaman tambahan 10 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis, bagian dari penarikan 172 juta barel yang bersejarah bersama 32 negara lain yang melepaskan total 400 juta barel. Langkah ini bertujuan menstabilkan harga minyak yang melonjak di atas $112 per barel, mendorong harga bensin AS melewati $4 per galon. Analis memperingatkan meski pelepasan ini belum pernah terjadi sebelumnya, gangguan pasokan dari penutupan Selat Hormuz masih bisa menyebabkan kekurangan signifikan. Dampak konflik diperkirakan akan meluas ke berbagai sektor ekonomi, termasuk tiket pesawat, seperti yang disampaikan Presiden Federal Reserve New York John Williams. Pernyataan Presiden Trump tentang operasi militer yang berlanjut di Iran menunjukkan tekanan berkelanjutan pada pasar minyak ke depan.