
Konflik yang berlangsung di Iran dan dampaknya pada harga minyak menjadi risiko besar bagi pasar global, meski sektor teknologi baru-baru ini mengalami penurunan. Harga minyak tetap tinggi di sekitar $90 per barel, dengan cadangan darurat mendekati titik terendah dalam empat dekade, menimbulkan kekhawatiran pasokan jika Selat Hormuz tetap tertutup. Meski pembicaraan damai memberikan harapan, konflik yang berkepanjangan bisa mendorong harga minyak lebih tinggi, mungkin mencapai $150-$160 per barel. Investor disarankan tetap waspada dan siap menghadapi volatilitas karena ketegangan geopolitik terus memengaruhi pasar energi.