
Coca-Cola menaikkan dividen Q1 2026 menjadi $0,53 per saham, menandai 64 tahun berturut-turut kenaikan dividen. Meski arus kas bebas sempat tertekan akibat pembayaran satu kali dan masalah pajak, perusahaan memperkirakan arus kas bebas membaik menjadi $12,2 miliar pada 2026, cukup untuk menutup dividen. Kinerja laba kuat, pertumbuhan pendapatan, dan langkah strategis mendukung kelangsungan dividen, namun investor perlu memantau hasil arus kas, penjualan aset yang akan datang, dan litigasi pajak IRS. Saham diperdagangkan dengan premi yang mencerminkan stabilitas dividen dan profil laba defensif.