
Anheuser-Busch InBev (BUD) melaporkan pertumbuhan volume kuartal pertama sejak 2023, melampaui ekspektasi pendapatan dan laba per saham. Perusahaan mencatat kenaikan pendapatan yang kuat di segmen non-alkohol dan non-bir, meski volume di Amerika Utara turun 3,1%, menimbulkan kekhawatiran di pasar utama. Meskipun valuasi wajar sekitar $82,25 per saham, rasio harga terhadap laba 22,95 dan hasil dividen sedang membatasi potensi kenaikan saham. Tantangan berkelanjutan meliputi biaya bahan bakar tinggi, perubahan preferensi konsumen, dan risiko merek premium, sehingga rekomendasi saham tetap tahan.