
Anggota Kongres David Taylor yang mendukung aksi militer AS terhadap Iran menjual saham Chevron dan Marathon Petroleum saat harga mencapai puncak setelah konflik meningkat. Penjualan ini terjadi saat harga minyak dan saham energi melonjak akibat serangan tersebut, memungkinkan Taylor meraih keuntungan sekitar 19% hingga 33%. Waktu penjualan ini menarik perhatian di tengah pengawasan ketat terhadap aktivitas perdagangan anggota Kongres terkait potensi konflik kepentingan. Kasus ini menyoroti kekhawatiran tentang anggota legislatif yang mendapat keuntungan dari informasi dalam terkait peristiwa geopolitik.